Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti mengalami saat–saat ketika hati terasa lelah, pikiran tidak karuan, dan iman terasa menurun. Seolah semua yang kita lakukan salah, semua jalan tertutup, dan seluruh harapan menjadi kabur. Pada kondisi seperti ini, sebagian orang merasa ingin menyerah, sebagian lagi bingung harus berbuat apa, dan tidak sedikit yang akhirnya menjauh dari ibadah.
Padahal, justru pada titik lemah itulah Allah sedang memanggil hamba-Nya untuk kembali mendekat.
1. Hidup Tidak Selalu Mudah — dan Itu Bukan Tanda Allah Tidak Sayang
Banyak orang salah paham dengan makna ujian.
Sebagian berfikir, “Mengapa hidupku susah? Apa Allah tidak sayang?”
Padahal Rasulullah SAW sendiri—manusia terbaik yang pernah hidup—mengalami masa paling sulit: dicaci, dilempari, difitnah, ditinggal orang-orang yang dicintai, dan diperangi oleh kaumnya.
Jika kesulitan adalah tanda Allah tidak cinta, maka para nabi seharusnya menjadi orang paling dibenci.
Namun kenyataannya, mereka adalah yang paling dicintai, justru karena ujian besar membuat mereka semakin dekat kepada Allah.
Artinya, kesulitan bukan tanda Allah menjauh.
Kesulitan adalah tanda Allah ingin mengangkat derajat seseorang.
2. Lelah Bekerja, Lelah Berusaha — Tapi Jangan Lelah Berdoa
Rezeki adalah salah satu hal yang sering melemahkan semangat manusia. Kadang sudah bekerja keras, tapi hasilnya sedikit. Sudah berusaha, tapi tetap gagal. Sudah mencoba, tapi tidak ada perubahan.
Namun Allah memberi pesan yang sangat indah dalam Al-Qur’an:
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya.”
(QS. At-Talaq: 3)
Perhatikan kalimatnya:
Allah akan mencukupkan, bukan sekadar memberi.
Artinya apa?
Kadang rezekinya tidak banyak, tapi cukup.
Kadang jalannya sempit, tapi selamat.
Kadang waktunya pas-pasan, tapi beres semua.
Allah tidak pernah telat. Yang telat biasanya adalah hati kita, yang kurang yakin bahwa pertolongan Allah itu dekat.
3. Ketika Doa Belum Dikabulkan, Bisa Jadi Allah Sedang Menyelamatkan Kamu
Manusia sering menganggap bahwa doa yang tidak terkabul adalah doa yang tidak didengar. Padahal Allah Maha Mendengar. Hanya saja jawabannya bisa berbeda:
Dikabulkan segera
Ditunda dan diganti lebih baik
Disimpan sebagai pahala di akhirat
Diganti dengan dijauhkannya musibah yang tidak kita sadari
Kadang kita meminta sesuatu yang menurut kita baik, tapi Allah tahu itu akan membahayakan masa depan kita.
Kadang kita memohon jalan tertentu, tetapi jalan itu justru menjauhkan kita dari keselamatan iman.
Allah tidak pernah menolak doa,
Allah hanya memilihkan yang terbaik.
4. Jangan Bandingkan Hidupmu Dengan Hidup Orang Lain
Salah satu penyebab hilangnya motivasi adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Padahal setiap orang memiliki takdir, jalan, waktu, dan rezeki yang berbeda.
Ada orang sukses cepat, ada yang sukses lambat.
Ada yang diberi rezeki banyak, ada yang sedikit tapi penuh berkah.
Ada yang banyak teman, ada yang lebih sering sendiri namun lebih dekat dengan Allah.
Allah memberikan ujian bukan untuk menghinakan, tapi untuk menguatkan.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Jadi kalau kakak diuji, itu tanda kakak mampu.
Kalau Allah menempatkan kakak dalam situasi sulit, itu karena ada kemampuan besar di dalam diri kakak yang bahkan kakak sendiri belum menyadarinya.
5. Iman Memang Naik Turun — Tapi Jangan Biarkan Turunnya Terlalu Dalam
Iman itu seperti baterai. Kadang penuh, kadang hampir habis. Dan cara mengisi ulangnya adalah:
Shalat tepat waktu
Membaca Al-Qur’an walau satu ayat
Mengingat mati agar hati lembut
Bersedekah meski sedikit
Memperbaiki akhlak
Menjauhi maksiat yang melemahkan hati
Mengucap istighfar setiap hari
Ibadah kecil yang dilakukan rutin lebih baik daripada ibadah besar namun jarang.
Jangan tunggu semangat baru ibadah.
Ibadahlah agar semangat datang.
6. Jika Hidup Terasa Berat, Artinya Allah Sedang Menyiapkan Kebaikan Besar
Kadang hal yang paling berat terjadi sebelum perubahan besar.
Seperti malam, ia paling gelap menjelang Subuh.
Begitu juga hidup:
Kadang Allah membuat kita menangis lama sebelum memberi kebahagiaan besar.
Ingatlah kaidah penting ini:
“Tidak ada kesedihan yang Allah biarkan tanpa balasan kebahagiaan.”
Setiap kesabaran pasti ada hadiahnya.
Setiap air mata pasti ada gantinya.
Setiap kehilangan pasti diganti dengan sesuatu yang lebih baik, meski bukan selalu dalam bentuk materi.
7. Jangan Takut Masa Depan — Cukuplah Allah Sebagai Penjamin
Manusia takut miskin, takut gagal, takut ditolak, takut tidak dihargai.
Namun jika kita menyandarkan diri kepada Allah:
Hati jadi tenang
Pikiran jadi jernih
Langkah jadi terang
Rezeki datang dari arah yang tidak terduga
Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha.
Tawakal berarti berusaha semampunya, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Karena sebenarnya, yang menggerakkan hati manusia, yang mengatur rezeki, yang menentukan nasib, semuanya Allah.
Penutup: Allah Tidak Pernah Meninggalkanmu
Jika hari ini kakak merasa lelah, kecewa, atau kehilangan semangat, ingatlah: Allah lebih dekat dari urat lehermu.
Dia melihat setiap perjuanganmu, mendengar setiap keluhanmu, dan tahu setiap air mata yang tidak pernah orang lihat.
Tidak ada doa yang sia-sia.
Tidak ada sabar yang percuma.
Tidak ada ujian tanpa hadiah.
Allah bersama kita.
Selalu.